Selasa, 10 April 2018
Selasa, 14 Oktober 2014
JAWABAN KERINDUAN
JAWABAN
KERINDUAN
“Seperti inikah Jawaban dari setiap kerinduan,
Jawaban dari setiap sesak yang semakin menyesakkan,
Haruskah ku menghakimi waktu
Untuk diriku yang terlalu takut menghadapi kenyataan hidup
Jika seperti ini jawaban kerinduan
Kumemilih untuk tidak mendapat jawaban dari-Mu”
Pagi
itu, disebuah pegunungan yang tepat
berada
di pinggiran kota jember tepatnya
di sucopangepok, gadis kecil berusia sekitar 7 tahun
melangkahkan kakinya seiring dengan semilir dinginnya udara pagi pegunungan
yang masih menusuk, masitoh bersama sepatu lusuhnya dan tas yang terbuat dari
kantongan plastik yang berisi karung bekas dan sebuah buku tulis dan pensil ia
bergegas meninggalkan gubug tua yang reot termakan usia dan tak terurus.
Perjalanan yang perlu ditempuh untuk ke sekolah sekitar 3 km dari gubuk tempat
ia tinggal.
Label:
jawaban,
keruinduan,
perjuangan dalam cinta
Rabu, 15 Januari 2014
Catatanku, Azalaea
Catatanku, Azalaea
Malam azalea.. lama tak menorehkan
kisahku pada lembaranmu yang indah.. bukan karena aku tak lagi bersedih karenya
tapi karena aku belajar untuk menjadi sosok yang lebih tegar, sosok yang tidak
lagi menumpuhkan segala kelu kesahnya dan dianggap sebagai galauers sejati.. azalea,
kali ini aku ingin sedikit mengingat lagi tentangya.. tentang bintangku yang
tak habis-habisnya kuceritakan padamu.
Azalea, ia semakin bersinar
dimataku azalea, padahal seharusnya bintang itu memudar seiring berjalnnya
waktu, namun ia semakin bersinar dikejauhan sana, aku pernah mengatakan bahwa
ia akan menjadi bagian terindah dalam hidupku, dan aku telah menyisipkan
namanya disebuah catatan hidupku yang cacat. Karena aku hanya ingin ia seperti
itu untukku.
Biarkan saja kemarau
berganti hujan
Sebab aku tak mampu
menghentikannya
Rabu, 13 November 2013
PERHAPS
PERHAPS
sejujurnya waktu
telah mengenalkan bagaimana cinta dan ilusi itu menyatu menjadikan maya tak
tampak maya, menjadikan nyata tk lagi nyata…. Inilah arti ilusi dalam dunia
percintaan, dimana segala sesuatunya menjadi tidak logis. Keyakinan menjadi
kekuatan utama untuk tetap bertahan dalam ilusi ini, mencintai tanpa alasan,
menagis tanpa alasan, marah dan cemburu menjadi kebiasaan yang tak terelakkan.
Wajar saja jika cinta menginspirasi banyak lahirnya kisah dan cerita, sebab
banyaknya rasa yang terlahir tanpa penjelasan yang logis. Sebab kepercayaan
akan lahirnya cinta berada jauh diatas kemampuan otak melogikakan kelahiran
hidup.
Kamis, 04 Juli 2013
UNTUK SANG BINTANG
BINTANG LAMA
“Aku
mencintai hujan karena ia dapat menghentikan laju motormu untuk berteduh sambil
menatap hujan, entah hujan yang kau tatap atau pikiranmu yang sedang melayang…
aku tak tau.. yang ku tau hanya menatap wajahmu yang lembab oleh hujan dan mengingat
setiap senti dan pola wajahmu.. dalam dan lekat.. secara sembunyi-sembuny dan
akupun mulai bersahabat dengan hujani”
Lama tidak
bercerita tentangmu bintang, ternyata cerita tentang kau menjadi salah satu kebutuhanku saat ini. Mengingat masa
bersamamu menjadi sebuah kenangan yang selalu terulang dalam memori,
menyunggingkan sesenti senyuman dan membuka kembali luka. Sangat sulit
ditafsirkan ingatan tentangmu, sesekali ku bahagia dan sesekali kubersedih.
Sekalipun rasa sakit yang dominan, tetap saja tak sanggup untuk menghapus memori itu, karena ia
tidak akan pernah terhapus… sebab aku telah kehilang kunci penyimpan memori
itu. Bukan menghilangkan tapi mencoba tidak mengingat lagi dimana kunci kotak
memori itu tersimpan.
Kemarin aku
bercerita tentang perjalanan, tahukah kau diperjalananku kali ini, aku sempat
berpapasan dengan beberapa orang yang kembali menyedarkanku bahwa tak ada yang
lebih indah melainkan kamu. Tahukah kau diperjalanan bulan ini hujan kini
mejadi sahabatku, dengan bijak ia menghapus setiap dahaga, dengan bijak ia
membasahi tanah kering, dengan bijak ia memanggil kodok untuk bernyanyi, dan
dengan bijak ia menghidupkan rumput yang layu.
Senin, 03 Juni 2013
menanti hujan
HUJAN
Haruskah aku mencintai awan
Yang telah menurunkan hujannya
Dan menutup langit malam dengan
kesemuan indahnya
Malam yang Seakan paham bahwa
gelap begitu sunyi
Sehingga ia menggantungkan
bintang dan bulan dilangit-langitnya
Dan hujan telah menyembunyikannya
Ya, setidaknya sedetik saja
Hujan menyembunyikan bintang
Dan sedetik itupun aku tersadar
dari kesemuan bintang malam
Bangun,bangun,bangun
Gelegar seruan membangunkanku
melalui guntur yang beriringan rinai hujan
Setidaknya sejenak bintang
malamku menghilang
Dapatkah engkau bertahan lebih
lama, hujan???
Setidaknya hingga diriku
melupakan bintang dimalam hari!!
Setidaknya hingga kuberhasil
melupakan wajah malam!!
Hingga ku bertanya bagaimana
malam itu???
Hingga jawaban akan malam yang
ada hanyalah
Hitam, gelap dan sunyi tanpa
bintang dan bulan lagi....
Hujan, dapatkah kau
mendengarnya....
Label:
faithful love,
hujan,
mencintai malam,
pupus,
rinai
Rabu, 22 Mei 2013
INILAH JALANKU Bintang...
INILAH JALANKU Bintang
Kita diciptakan berbeda bintang,
dan kita memiliki jalan yang berbeda pula. Sekalipun kita bisa saja berada pada
jalan yang sama, tapi kita hanya berpapasan saja waktu itu dan setibanya
disebuah persimpangan maka kita akan berpisah, memilih jalan yang akan menuntun
kita kepada tujuan hidup yang hakiki.
Senantiasa mencari dan mencari,
menyusuri setiap lorong untuk menemukan jalan yang bisa mengantarkan kita dengan
cepat sampai pada tujuan yang disebut mimpi.. sesekali kita akan bertemu dengan
sesorang di persimpangan jalan, sesekali kita menyapa mereka dan menjadikan
kita akrab, sesekali kita tidak menghiraukan sekitar kita dan sesekali kita
akan merasa kehilangan saat waktu mengharuskan kita berpisah pada sebuah jalan
Langganan:
Postingan (Atom)





