Selasa, 10 November 2020

 

Arti Harap......
saya sadar untuk berjuang itu kau tak butuh orang lain
satu-satunya superhero yang kau bisa andalkan cuma dirimu saja
tak ada yang bisa kau harap dari orang lain
sebab di balik harap selalu mengundang kecewa

kau tak perlu bercerita
sebab bagi sebagian orang ceritamu adalah drama
simpan saja ceritamu
sebab bagi sebagian orang itu hanya angin lalu
ingatlah ceritamu itu
sebab dengannya kau akan terus belajar dan sadar betapa sunyi hidup itu
sebab sepi telah menjadi kawan

pernah pula kau ingat
bahkan hanya sekdar pura-pura engkaupun lelah
dan ingatlah
tak akan kau dapati aku yang dulu
sebab dari kataku setelah terima kasih
ada selamat tinggal
Arti Uji
 


tuhan untuk satu alasan
bolehkah saya menjadi pamrih?
menuntut balasan dari banyak orang
bolehkah saya menumbuhkan ego
mengizinkan diri untuk lepas dari segala beban
bolehkah saya untuk lupa menjadi ikhlas?
menuntut diri untuk bebas dan lupa pada orang lain
bahkan hanya sehari saja?

tuhan.....
mungkin saya hanya sejenak lupa bersyukur
atau mungkin saya hanya lelah menjadi saya
atau mungkin saya hanya ingin sejenak mengambil jeda
sekedar bernafas dan bebas

tuhan...
mengapa mati menjadi sebuah kemurkaan
jika diri mulai enggapn untuk tetap hidup
jika diri mulai enggan untuk menjalani hari
jika diri mulai lelah kapan smuanya berakhri

tuhan...
tidak ada lagi kata sang bijak yang dapat mengobati
hanya diri ini saja yang belajar untuk sembuh
berjuang untuk tidak sakit
meski hanya sekedar berpura-pura sehat

kata si bijak..
ini ujian, tetaplah berjalan meski tertatih
tetap bergerak meski terseok
tetaplah hidup meski sesak
tetaplah ingat ada kata terima kasih setelah kata sudah.


Senin, 09 November 2020

 Arti ADA



terima kasih
kau berhasil mengubah ragu jadi harap
menghapus masa lalu
menawarkan masa depan

terima kasih
sudah hadir dengan tawa
menghapus lara
sudah hadir dengan lapang dada
menghapus duka

meski ragu beribu kali menghampiri
meski pamit berulang kali hadir
namun rasa tak bisa di akali
sebab lain kali mungkin tak ada lagi

ini cinta yang ku maknai sederhana 
yang hadir sekedar mengisi ruang kosong
dan kemudian kita sadar 
bahwa kembali adalah jawaban
meski pergi kerap kali menjadi tanya

Selasa, 27 Oktober 2020

INI CINTA?


ini cinta, percayalah


ini cinta yang terus tumbuh dengan cara sederhana, sesederhana kita memaknai arti keberadaan

sesederhana engkau menanyakan keberadaanku di setiap awal percakapan yang kumaknai sebagai rindu yang masih malu tuk di ucap

sesederhana kita saling mluapkan rasa dalam bentuk sticker WA yang tidak jarang kita kehabisan koleksi, dan kemudian memilih mengulang stiker yang sama, 
yang ku artikan sebagai kata Aku mencintaimu yang masih keluh di bibir

sesederhana kita menghabiskan waktu di pinggiran airterjun
berboncengan di sepanjang waktu senja yang tak jarang kita caci karena kehadirnya yang hanya sementara dan kemudian hilang menyisakan kenangan

sesaat kemudian kita kembali berpikir, 
apakah kita adalah sepasang senja yang akan berujung malam?
ataukah kita adalah hujan yang hadir sekedar membasuh dahaga dan kemudian berlalu?
ataukah kita adalah api yang hanya menyisakan abu?

tersadar bahwa ada rasa yang hadir dan kemudian pergi
ada rasa yang tumbuh dan kemudian segera mati
ada cinta yang akan menyisakan lubang nyeri di hati
ada rindu yang hanya bisa berpeluh
ada kenangan yang tak akan dikenang
mungkin itu kita...

atau mungkin kita sedang menguji tuhan?
selamat tinggal, semoga rasa kita tetap sama



Makassar, 28/10/20 pukul 00.06 di kesunyian malam


 

Minggu, 25 Oktober 2020


Piara Rindu

 

aku sadar hidup tak lagi sama

meski cinta masih sama

aku sadar cinta telah memudar

meski rindu tak mungkin pudar

ini aku dengan rasaku

ini aku bersama kenanganku

 

mungkin kau takkan kembali

mungkin kaupun telah lupa

mungkin kau telah berpaling

cukup kau tau ada aku disini

dengan harap yang masih sama

 

di penghujung hari

bersama sore yang menjingga

bersama sinar senja

sesaat sebelum malam menyambut

ku ucap selamat tinggal

aku bersama kenanganku

 

makassar 10/12/19

 

 

Selasa, 10 April 2018

IKHTIAR



Hai kamu….
Sudahkah ada yang mengisi hatimu?
Jika belum izinkan aku mengisinya
Sudahkah ada nama yang kamu langitkan di akhir sujudmu?
Jika belum izinkan diriku melangitkan namamu
Sebab di pertengahan malamku
akan ku ceritakan semuanya kepada sang penciptamu
Jika dirimu paripurna untukku
 Kamu….
Yang kutunggalkan dalam doaku
Yang ku ikhtiarkan dalam niatanku
Sembari menguji waktu


Selasa, 14 Oktober 2014

JAWABAN KERINDUAN

JAWABAN KERINDUAN

“Seperti inikah Jawaban dari setiap kerinduan,
Jawaban dari setiap sesak yang semakin menyesakkan,
Haruskah ku menghakimi waktu
Untuk diriku yang terlalu takut menghadapi kenyataan hidup
Jika seperti ini jawaban kerinduan
Kumemilih untuk tidak mendapat jawaban dari-Mu”

Pagi itu, disebuah pegunungan yang tepat berada di pinggiran kota jember tepatnya di sucopangepok, gadis kecil berusia sekitar 7 tahun melangkahkan kakinya seiring dengan semilir dinginnya udara pagi pegunungan yang masih menusuk, masitoh bersama sepatu lusuhnya dan tas yang terbuat dari kantongan plastik yang berisi karung bekas dan sebuah buku tulis dan pensil ia bergegas meninggalkan gubug tua yang reot termakan usia dan tak terurus. Perjalanan yang perlu ditempuh untuk ke sekolah sekitar 3 km dari gubuk tempat ia tinggal.