Selasa, 27 Oktober 2020

INI CINTA?


ini cinta, percayalah


ini cinta yang terus tumbuh dengan cara sederhana, sesederhana kita memaknai arti keberadaan

sesederhana engkau menanyakan keberadaanku di setiap awal percakapan yang kumaknai sebagai rindu yang masih malu tuk di ucap

sesederhana kita saling mluapkan rasa dalam bentuk sticker WA yang tidak jarang kita kehabisan koleksi, dan kemudian memilih mengulang stiker yang sama, 
yang ku artikan sebagai kata Aku mencintaimu yang masih keluh di bibir

sesederhana kita menghabiskan waktu di pinggiran airterjun
berboncengan di sepanjang waktu senja yang tak jarang kita caci karena kehadirnya yang hanya sementara dan kemudian hilang menyisakan kenangan

sesaat kemudian kita kembali berpikir, 
apakah kita adalah sepasang senja yang akan berujung malam?
ataukah kita adalah hujan yang hadir sekedar membasuh dahaga dan kemudian berlalu?
ataukah kita adalah api yang hanya menyisakan abu?

tersadar bahwa ada rasa yang hadir dan kemudian pergi
ada rasa yang tumbuh dan kemudian segera mati
ada cinta yang akan menyisakan lubang nyeri di hati
ada rindu yang hanya bisa berpeluh
ada kenangan yang tak akan dikenang
mungkin itu kita...

atau mungkin kita sedang menguji tuhan?
selamat tinggal, semoga rasa kita tetap sama



Makassar, 28/10/20 pukul 00.06 di kesunyian malam


 

Minggu, 25 Oktober 2020


Piara Rindu

 

aku sadar hidup tak lagi sama

meski cinta masih sama

aku sadar cinta telah memudar

meski rindu tak mungkin pudar

ini aku dengan rasaku

ini aku bersama kenanganku

 

mungkin kau takkan kembali

mungkin kaupun telah lupa

mungkin kau telah berpaling

cukup kau tau ada aku disini

dengan harap yang masih sama

 

di penghujung hari

bersama sore yang menjingga

bersama sinar senja

sesaat sebelum malam menyambut

ku ucap selamat tinggal

aku bersama kenanganku

 

makassar 10/12/19

 

 

Selasa, 10 April 2018

IKHTIAR



Hai kamu….
Sudahkah ada yang mengisi hatimu?
Jika belum izinkan aku mengisinya
Sudahkah ada nama yang kamu langitkan di akhir sujudmu?
Jika belum izinkan diriku melangitkan namamu
Sebab di pertengahan malamku
akan ku ceritakan semuanya kepada sang penciptamu
Jika dirimu paripurna untukku
 Kamu….
Yang kutunggalkan dalam doaku
Yang ku ikhtiarkan dalam niatanku
Sembari menguji waktu


Selasa, 14 Oktober 2014

JAWABAN KERINDUAN

JAWABAN KERINDUAN

“Seperti inikah Jawaban dari setiap kerinduan,
Jawaban dari setiap sesak yang semakin menyesakkan,
Haruskah ku menghakimi waktu
Untuk diriku yang terlalu takut menghadapi kenyataan hidup
Jika seperti ini jawaban kerinduan
Kumemilih untuk tidak mendapat jawaban dari-Mu”

Pagi itu, disebuah pegunungan yang tepat berada di pinggiran kota jember tepatnya di sucopangepok, gadis kecil berusia sekitar 7 tahun melangkahkan kakinya seiring dengan semilir dinginnya udara pagi pegunungan yang masih menusuk, masitoh bersama sepatu lusuhnya dan tas yang terbuat dari kantongan plastik yang berisi karung bekas dan sebuah buku tulis dan pensil ia bergegas meninggalkan gubug tua yang reot termakan usia dan tak terurus. Perjalanan yang perlu ditempuh untuk ke sekolah sekitar 3 km dari gubuk tempat ia tinggal.

Rabu, 15 Januari 2014

Catatanku, Azalaea


Catatanku, Azalaea


Malam azalea.. lama tak menorehkan kisahku pada lembaranmu yang indah.. bukan karena aku tak lagi bersedih karenya tapi karena aku belajar untuk menjadi sosok yang lebih tegar, sosok yang tidak lagi menumpuhkan segala kelu kesahnya dan dianggap sebagai galauers sejati.. azalea, kali ini aku ingin sedikit mengingat lagi tentangya.. tentang bintangku yang tak habis-habisnya kuceritakan padamu.

Azalea, ia semakin bersinar dimataku azalea, padahal seharusnya bintang itu memudar seiring berjalnnya waktu, namun ia semakin bersinar dikejauhan sana, aku pernah mengatakan bahwa ia akan menjadi bagian terindah dalam hidupku, dan aku telah menyisipkan namanya disebuah catatan hidupku yang cacat. Karena aku hanya ingin ia seperti itu untukku. 

Biarkan saja kemarau berganti hujan
Sebab aku tak mampu menghentikannya

Rabu, 13 November 2013

PERHAPS


PERHAPS

sejujurnya waktu telah mengenalkan bagaimana cinta dan ilusi itu menyatu menjadikan maya tak tampak maya, menjadikan nyata tk lagi nyata…. Inilah arti ilusi dalam dunia percintaan, dimana segala sesuatunya menjadi tidak logis. Keyakinan menjadi kekuatan utama untuk tetap bertahan dalam ilusi ini, mencintai tanpa alasan, menagis tanpa alasan, marah dan cemburu menjadi kebiasaan yang tak terelakkan. Wajar saja jika cinta menginspirasi banyak lahirnya kisah dan cerita, sebab banyaknya rasa yang terlahir tanpa penjelasan yang logis. Sebab kepercayaan akan lahirnya cinta berada jauh diatas kemampuan otak melogikakan kelahiran hidup.

Kamis, 04 Juli 2013

UNTUK SANG BINTANG

BINTANG LAMA

“Aku mencintai hujan karena ia dapat menghentikan laju motormu untuk berteduh sambil menatap hujan, entah hujan yang kau tatap atau pikiranmu yang sedang melayang… aku tak tau.. yang ku tau hanya menatap wajahmu yang lembab oleh hujan dan mengingat setiap senti dan pola wajahmu.. dalam dan lekat.. secara sembunyi-sembuny dan akupun mulai bersahabat dengan hujani”
Lama tidak bercerita tentangmu bintang, ternyata cerita tentang kau menjadi salah  satu kebutuhanku saat ini. Mengingat masa bersamamu menjadi sebuah kenangan yang selalu terulang dalam memori, menyunggingkan sesenti senyuman dan membuka kembali luka. Sangat sulit ditafsirkan ingatan tentangmu, sesekali ku bahagia dan sesekali kubersedih. Sekalipun rasa sakit yang dominan, tetap saja tak  sanggup untuk menghapus memori itu, karena ia tidak akan pernah terhapus… sebab aku telah kehilang kunci penyimpan memori itu. Bukan menghilangkan tapi mencoba tidak mengingat lagi dimana kunci kotak memori itu tersimpan.

Kemarin aku bercerita tentang perjalanan, tahukah kau diperjalananku kali ini, aku sempat berpapasan dengan beberapa orang yang kembali menyedarkanku bahwa tak ada yang lebih indah melainkan kamu. Tahukah kau diperjalanan bulan ini hujan kini mejadi sahabatku, dengan bijak ia menghapus setiap dahaga, dengan bijak ia membasahi tanah kering, dengan bijak ia memanggil kodok untuk bernyanyi, dan dengan bijak ia menghidupkan rumput yang layu.